Kegiatan tentang Reproduksi pada remaja

Kata pengantar
             Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maa Esa karena Laporan  ‘Kesehatan Reproduksi Remaja Bagi Siswa’ telah selesai disusun. Laporan ini disusun untuk memperluas pengetahuan siswa SMK tentang pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi remaja di sekolah khususnya remaja SMK Negeri sebagai pedoman kehidupan siswa sehari-hari. Yang di bimbing oleh Dr.Umi,Dr. Vanny, dan Dr. Yani. Dan di bimbing oleh bapak Kusnari dan Ibu Masta.


Isi
              Pada hari, Selasa, 15 Mei 2018 siswa-siswi Smk N 9 jakarta kedatangan petugas dari Puskesmas Kecamatan Tambora. Kedatangan petugas tersebut untuk mensosialisasi tentang “ Kesehatan Reproduksi”. Kegiatan ini di melibatkan seluruh kelas X Smk N 9 Jakarta. Kegiatan ini di awali dengan pembukaan oleh Bapak Kusnari sebagai perwakilan dari Sekolah Smk N 9 Jakarta lalu kemudian sambutan dari Ibu sebagai perwakilan dari Puskesmas. Lalu, acara selanjutnya adalah sebuah materi yang berjudul “Kesehatan Reproduksi”

Kesehatan Reproduksi Remaja.Pengertian kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.
Kesehatan Reproduksi Remaja.Pengertian kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Lalu, dokter memberi tahu kami ada berapa alat reproduksi. Yaitu, Vagina untuk  Perempuan dan Penis untuk laki-laki. Kemudian, kami di beri tahu apa saja bagian yang ada di bagian Vagina (alat reproduksi wanita) dan bagian pada Penis (laki-laki).
                                                     


Setelah, mengenali bagian-bagian alat reproduksi kami pun di beri Pengarahan tentang “Mestruasi.”
Menstruasi adalah perdarahan yang keluar dari rahim secara periodik akibat terlepasnya lapisan terdalam rahim (endometrium), yang dimulai setelah 14 hari ovulasi atau dihasilkannya ovum.  Dan masa subur nya wanita adalah 14 hari setelah menstruasi. Atau Proses peluruhan lapisan dalam (endometrium) rahim yang banyak mengandung pembuluh darah dari uterus melalui vagina.Kami pun belajar mengenai hormon pada wanita dan laki-laki.
Hormon Pada Wanita
Hormon wanita terutama dibentuk di ovarium (hormon pria dibentuk di testis). Baik pria maupun wanita, pada dasarnya memiliki jenis hormon yang relatif sama. Hanya kadarnya yang berbeda. Hormon seksual wanita antara lain progesteron dan estrogen. Hormon seksual pria antara lain androstenidion dan testosteron (androgen). Pada wanita, hormon seksual kewanitaannya lebih banyak ketimbang pria. Begitu pula sebaliknya.
·         ESTROGEN
Estrogen merupakan bentukan dari androstenidion (hormon seksual pria yang utama) yang dihasilkan ovarium. Selain androstenidion, ovarium juga mengeluarkan testosteron dan dehidroepiandrosteron, tapi dalam jumlah yang sedikit.
Hormon pada laki-laki
Hormon testosteron pada laki-laki
dihasilkan sel leydig dalam testis dan kelenjar anak ginjal (supraneral_.
menyebabkan perubahan fisik pada remaja :
tubuh bertambah berat dan tinggi
pundak dan dada bertambah besar
keringat bertambah banyak
kulit dan rambut berminyak
lengan dan tungkai kaki bertambah panjang
tulang wajah memanjang dan membesar
tumbuh jakun, suara menjadi berat
penis dan buah zakar membesar, diikuti mimpi basah

Mekanisme fungsi khusus organ reproduksi laki-laki
Ereksi : pengerasan dan pembesaran penis karena pembuluh darah penis dipenuhi dengan darah
Ejakulasi : keluarnya cairan sperma melalui saluran kemih. karena rangsangan atau tanpa rangsangan (mimpi basah)
mimpi basah : keluarnya sperma saat tidur
masturbasi / onani : merupakan aktifitas merangsang dengan menyentuh atau meraba organ genitalia

Akibat Hubungan Seks yang dilakukan sebelum menikah :
kehilangan keperawanan / keperjakaan
tertular IMS /ISR
Kehamilan Tidak Diinginkan (KID) = memicu terjadinya pengguguran kandungan (aborsi) tidak aman berisiko tinggi menyebabkan :
kerusakan rahim
infeksi rahim
infertilitas
komplikasi dan kematian.

Infeksi menular seksual dan infeksi saluran reproduksi:

Infeksi Menular Seksual  (IMS), adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, walaupun tidak ada gejala yang timbul di alat kelamin. Infeksi menular seksual  akan lebih berisiko bila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral maupun anal. IMS perlu mendapat perhatian karena dapat menyebabkan infeksi alat reproduksi yang serius. Bila tidak diobati secara tepat, infeksi dapat menjalar dan menyebabkan penderitaan, sakit berkepanjangan, kemandulan dan bahkan kematian. Untuk remaja perempuan, risiko untuk terkena IMS lebih besar dari pada laki-laki sebab alat reproduksinya lebih rentan. Seringkali berakibat lebih parah karena gejala awal tidak segera dikenali, sedangkan penyakit menjadi lebih parah.
Infeksi saluran reproduksi (ISR), adalah infeksi di alat kelamin, ditularkan tanpa hubungan seksual, misalnya infeksi yang diakibatkan kesalahan dalam prosedurmedis. ISR yang ditularkan tidak melalui hubungan seksual disebabkan overgrowth/pertumbuhan yang luar biasa kuman/jamur dalam vagina yang a-patogen (basil doderlien, stafilokokus, streptokokus, jamur kandida) menjadi ganas/patogen disamping disebabkan alergi (pembalut, cairan pembersih vagina) atau karena pemakaian kontrasepsi dalam rahim/IUD pada pasangan usia subur.
IMS dan ISR termasuk HIV/AIDS merupakan penyakit yang berhubungan dengan  perkembangan budaya. Proporsi penderita HIV/AIDS (20-29 tahun) lebih dari separuhnya, artinya infeksi HIV terjadi pada masa remaja (terutama dengan factor risiko NAPZA suntik). Dikaitkan dengan jumlah remaja seperlima jumlah penduduk  Indonesia, ini menggambarkan rentannya usia remaja terhadap ISR maupun IMS yang berkaitan dengan perilaku, karena terjadi akibat hubungan seksual yang tidak aman.
Tanda dan Gejala IMS/ISR. Berdasarkan tanda-tanda dan gejala klinis yang ditimbulkan oleh IMS/ISR, dapat  dibedakan menjadi : 1) IMS yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih, kuning atau kehijauan seperti nanah dari alat kelamin, yaitu : gonore, uretritis atau servitis non spesifik, kandidiasis, bacterial vaginosis dan trikomoniasis. (2) IMS yang ditandai dengan adanya luka/koreng di alat kelamin, yaitu sifilis, ulkus molie, limpogranuloma venerium, granuloma inguinale dan herpes  genitalis. (3) IMS yang ditandai dengan adanya tumbuhan seperti kutil atau jengger ayam pada alat kelamin, yaitu moluskus kontangiosum dan kondiloma akuminata. (4) Selain tanda-tanda tersebut, IMS yang lebih lanjut sering disertai  dengan tanda-tanda benjolan atau pembengkakan kelenjar pada lipat paha , pembengkakan buah zakar pada laki-laki, serta nyeri pe
PMS adalah singkatan dari Premenstrual Syndrome, sebuah sindrome yang timbul ketika wanita mendekati masa datang bulannya. Gejala-gejalanya biasanya berhubungan dengan masalah fisik dan emosional. Menurut penelitian, ada sekitar 200 gejala yang dikaitkan dengan PMS, tapi biasanya gejala yang paling umum adalah badan jadi sensitif, mood yang buruk, dan jadi mudah stress.

Mengapa Timbul Komplikasi ?
PMS sering tanpa gejala
sarana kesehatan yang kurang
malu berobat
penderita berusaha mengobati sendiri
pengetahuan mengenai IMS yang kurang
harga obat yang relatif mahal
pasangan yang tidak diobati

GONORE (GO)
Masa tunas 2-10 hari
adanya nyeri, merah, bengkak dan cairan / nanah
pada laki-laki disertai rasa sakit saat kencing
pada wanita 60% tanpa gejala
dapat menular pada bayi baru lahir berupa infeksi pada mata (buta)
nyeri perut bawah/ radang panggul, mandul

KLAMIDIA
Masa tunas 7-21 hari
gejala pada wanita berupa : cairan putih kekuningan encer dari vagina, nyeri perut bawah/radang panggul dan perdarahan setelah hubungan seksual
gejala pada laki-laki : nyeri saat kencing, keluar cairan bening kekuningan dari saluran kencing kadang disertai darah
kadang tidak muncul gejala, sehingga penderita tidak sadar sebagai pembawa penyakit

SIFILIS (RAJA SINGA)
Masa tunas 2-4 minggu, kadang sampai 13 minggu
pada stadium awal timbul 1 benjolan merah, menjadi luka, tidak sakit, dan akan hilang sendiri.
6-8 minggu stadium sekunder, ditandai bercakmerah pada tubuh, atau benjolan kecil-kecil.
2-3 tahun akan terjadi masa laten, tanpa gejala, tetapi penyakit masih ada.
3-10 tahun menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung.

KONDILOMA AKUMINATA
masa tunas 2-3 bulsn
kutil muls-muls kecil, seperti warna kulit permukaan tidak rata
bila membesar dapat menyerupai jengger ayam atau bunga kol
pada wanita selain tumbuh pada alat kelamin luar, bisa pada leher rahim

PENCEGAHAN PMS :
Tidak berganti-ganti pasangan bagi yang sudah menikah
hindari seks pranikah
hindari perilaku seksual yang tidak aman
berobat segera bila terkena PMS
jaga kebersihan alat kelamin

Agar kesehatan Reproduksi terjaga maka jaga lah kebersihan dan kesehatan diri, dan berikut adalah salah satu cara nya :
Pakaian dalam diganti minimal 2 kali sehari
pakailah handuk bersih, kering, tidak lembab dan berbau
membersihkan organ reproduksi luar dari depan ke belakang menggunakan air bersih dan dikeringkan menggunakan handuk dan tisue
tidak boleh mencuci Vagina dengan cairan pembilas wanita
tidak memakai panty liner dalam waktu lama
pergunakan pembalut ketika menstruasi, dan di ganti paling lama setiap 4 jam atau setelah kencing
bagi laki-laki harus disunat
Pakaian dalam diganti minimal 2 kali sehari
pakailah handuk bersih, kering, tidak lembab dan berbau
membersihkan organ reproduksi luar dari depan ke belakang menggunakan air bersih dan dikeringkan menggunakan handuk dan tisue
tidak boleh mencuci Vagina dengan cairan pembilas wanita
tidak memakai panty liner dalam waktu lama
pergunakan pembalut ketika menstruasi, dan di ganti paling lama setiap 4 jam atau setelah kencing
bagi laki-laki harus disunat (karna jika tidak disunat, bakal menyebabkan cepat menularnya bakteri atau virus).

                                                                                                                 

Penutup
1. A.           Kesimpulan
Kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui oleh para perempuan bakal calon ibu ataupun laki-laki calon bapak. Oleh karena itu berdasarkan uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa.
Definisi kesehatan sesuai dengan WHO, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dana sosial, ditambahkan lagi (sejak deklarasi Alma Ata-WHO dan UNICEF) dengan syart baru, yaitu: sehingga setiap orang akan mampu hidup produktif, baik secara ekonomis maupun sosial.
Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsi serta proses-prosesnya.
Hak reproduksi adalah bagian dari hak asasi yang meliputi hak setiap pasangan dan individual untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab jumlah, jarak, dan waktu kelahiran anak, serta untuk memiliki informasi dan cara untuk melakukannya.

B.            Saran
Untuk itu wawasan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk bisa dikuasai dan dimiliki oleh para perempuan dan laki-laki yang berumah tangga, supaya kesejahtaraan dan kesehatan bisa tercapai dengan sempurna. Oleh kerana itu penulis memberi saran kepada para pihak yang terkait khususnya pemerintah, Dinas Kesehatan untuk bisa memberikan pengetahuan dan wawasan tersebut kepada khalayak masyarakat dengan cara sosialisasi, kegiatan tersebut mudah-mudahan kesehatan reproduksi masyarakat bisa tercapai dan masyarakat lebih pintar dalam menjaga kesehatannya.



Komentar

  1. Keren banget jadi bisa tau segalanya����

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegiatan literasi di SMKN 9 Jakarta.

Laporan hasil kunjungan ke stasiun gambir,jakarta pusat